Sunday, November 06, 2011
9:50 pm
Kembali, mencoba mengajak jiwa saya berbicara. Menanamkan sebuah pelajaran hidup baru. Sebuah kesadaran akan hidup dimasa ini atau istilah kerennya adalah here and now, serta pemahaman bahwa setiap individu di dunia ini selalu berubah, istilah jawanya ‘esok dele sore tempe’ menuju ke penerimaan diri seutuhnya.
Saya mencoba meresapi dan merenungi kata-kata tersebut dengan hati dan pikiran saya. Berdialog dengan jiwa saya sendiri. Mencoba mencari sejauh apakah perjalanan jiwa saya ini. Apakah saya telah berada dalam keadaan here and now sehingga saya telah menerima segala sesuatu yang ada dalam lingkungan saya baik itu keberadaan individu lain maupun peristiwa hidup yang saya alami. Kemudian saya menjadi tersadar bahwa ada bagian dari diri saya yang menolak untuk melakukan hal tersebut. Saya benar-benar berada dalam situasi terbatasi dengan jiwa saya yang lain. Seolah saya menjadi tidak utuh. Saya bukan pribadi yang utuh dan medan energi yang mengelilingi saya tidak memberikan pengaruh positif terhadap perilaku yang tampak. Padahal, sebenarnya medan energy yang mengelilingi diri kita dapat mempengaruhi perubahan perilaku ketika kita mencapai tahapan pemahaman diri yang tinggi.
Saya terus berusaha memilah, dimana letak kesalahan atau kanker yang harus saya potong dalam diri saya. Mencoba mencari dan mencari keberadaan ketidakseimbangan pemahaman diri kemudian mencoba meluruskan kembali. Setelah sekian hari, sekian jam dan sekian menit saya mencoba menelaah diri, saya menemukan penyakit yang seharusnya saya pangkas sejak dulu. Saya berada pada masa ketidakpercayaan serta kekecewaan akan masa lalu dan perilaku beberapa individu sekeliling saya. Kemudian saya menelaah lebih dalam lagi, melihat kedalam hati dan perasaan saya, dan disana saya menemukan kekecewaan dan trauma pada beberapa peristiwa. Hal ini membuat diri saya membangun beberapa mekanisme pertahanan diri yang tidak efektif bahkan bisa dibilang tidak baik, serta membangun beberapa karakter yang kiranya mampu mempertahankan mekanisme pertahanan diri saya tersebut. Bayangkan, dalam beberapa tahun terakhir ini saya hidup dalam arogansi, ketidakpercayaan, kekecewaan dan perasaan-perasaan negative lainnya. Sayapun terus-terusan menanamkan dalam kesadaran saya, bahwa semua ini harus berubah dan hal ini membutuhkan kemauan dan kerja keras dari diri saya, dan akhirnya saya pun memutuskan untuk memperbaiki semuanya.
Sekarang, saat ini, saya sedang berbicara dengan jiwa saya, bahwa perubahan tersebut dibutuhkan dan jika saya berhasil, hal ini akan mempengaruhi tingkat kesadaran saya akan sebuah kehidupan. Here and now. Sebuah kalimat yang sebenarnya sederhana namun bagi saya tidaklah sesederhana sebuah pepatah ataupun sesederhana tulisan dalam sebuah kartu ucapan. Here and now, hidup disaat ini, tanpa merasa terbebani akan masa lalu ataupun terganggu dengan kekhawatiran masa depan. Benar-benar hidup untuk saat ini. Menanamkan kesadaran hidup untuk saat ini, dimana diri kita dan setiap orang yang akan kita temui akan selalu berubah dengan cepat dan menerimanya dengan ikhlas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar