the chef

Foto saya
yogyakarta, Indonesia
ehmmm....uhmmmm....erggghhh.....(rethinking)...

Rabu, 07 Desember 2011

ada apa denganmu

saya. entah beberapa hari terakhir ini menjadi begitu emosional.menjadi begitu mudah marah dan tersinggung.entah mengapa kontrol diri dan emosi saya menjadi begitu longgar,bahkan bisa saya bilang sampai pada titik terendah. kondisi psikis yang jarang saya alami.


lama saya berfikir, menelaah dan merenungkan mengapa saya menjadi begitu sentimentil. mungkin benar saya belum betul-betul melakukan penerimaan pada sesuatu hal maupun terhadap individu lainnya. sehingga saya terlalu berekspektasi berlebihan. saya mungkin menjadi frustasi dengan keadaan yang stagnan atau mungkin karenA begitu banyak energi yang terpendam sehingga malah berakibat negatif terhadap psikis saya.


rasa frustasi saya semakin menjadi ketika saya gagal memberikan pemahaman kepada diri saya sendiri,bahwa setiap individu merupakan sesuatu yang bergerak kearah positif atau negatif. dan merupakan suatu konsekuensi yang harus saya terima ketika saya berada dalam sebuah lingkungan sosial,baik dirumah maupun ditempat kerja.


nah...sampai disini saya pun mulai menyadari bahwa saya terlalu banyak melepaskan ego saya..kemudian menabrakan ego saya tersebut kepada individu lain.jujur saya akui,saya merasa jengah dan tidak sabar dengan berapa perilaku yang saya temui. sikap diam yang selama ini saya terapkan semakin tidak menguntungkan saya. masalah yang ditimbulkan pihak lain masih saja menarik diri saya terlibat didalamnya.kejengahan dan keengganan inilah yang membuat saya menjadi lepas kendali. menjadi emosional, sentimentil dan berkomentar pedas.


ya..inilah kesalahan saya.terlalu menggumbar emosi saya. sehariusnya saya menjadi lebih bijak dalam bersikap. saya harusnya lebih memahami makna dibalik peristiwa beberapa hari ini. bahwa mungkin tuhan sedang mengirimkan pesanNya kepada saya. dan tenyata saya luput untuk memahami pesan kehidupan ini. benar, lebih baik terlambat daripada tidak samasekali. bahwa saya mungkin memang terlambat memahami, namun semua ini menyadarkan saya bahwa kesabaran tidak pernah ada habisnya. semoga dengan segala hal yang terjadi ini mampu membuat saya menjadi lebih baik dan kuat. dan saya pun belajar banyak hal, bahwa penerimaan itu seperti sebuah obat pil pahit yang mau tak mau harus ditelan supaya menjadi diri yang lebih sehat dan baik.semoga.


Published with Blogger-droid v2.0.1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar