Jumat, 14 oktober 2011
Bianglala playgroup class
(anak-anak sedang duduk rapi mendengarkan yanda. Yanda menjelaskan tentang makanan halal dan haram sambil menunjukkan gambar-gambar)
Plok….
“huaaaaaa…..huaaaaa….gisya nakal…huaaaa…”
Ku toleh kearah samping ruangan, Aura menangis kencang setelah kalah berebut kursi dengan Gisya.
“Gisya, kursinya punya Aura, ayo Gisya cari kursi yang lain”
Gisya tersenyum jahil sambil melongos pergi. Anak-anak yang lain masih memperhatikan yanda menjelaskan.
“ya..Gisya ayo maju kedepan tunjuk gambarnya”
Dengan semangat Gisya maju kedepan. Dalam hati saya membatin pasti anak itu akan melakukan kejahilan lagi.
“ayo Gisya, mana makanan yang enggak boleh dimakan?” tanya yanda pada Gisya.
Gisya berjalan menunjukkan gambar bebek dan ayam dengan senyuman jahil dan menggoda yanda.
“udah… Gisya mundur..Gisya tadi enggak mendengarkan yanda kok, ganti nabil” kata yanda dan gisya pun mundur meninggalkan yanda.
Srekkkkk…..sreekkkk….sreekkk…..
Suara yang membuat focus saya teralihkan (masih memangku aura yang menangis dan ngambek). Ternyata Gisya menemukan kardus yang saya sembunyikan dibawah meja. Saya perhatikan apa yang akan dilakukan Gisya dengan kardus tersebut. Sedikit penasaran dan sekaligus ingin menegur anak ini karena tidak mau duduk dengan tenang dikursi, sedangkan teman-temannya masih memperhatikan yanda bercerita.
Gisya berhenti menyeret kardus besar itu tepat didepan tempat duduk saya dan Aura, lalu Gisya masuk kedalam kardus tersebut dan menutup tutup kardusnya. Saya menahan tawa melihat tingkah polahnya yang kreatif sekaligus lucu. Bayangkan, kardus sebesar itu dimasukinya kemudian ditutupnya, yang terlihat tinggal kepalanya yang nyembul-nyembul karena berusaha ditutupi supaya seluruh badannya tak kelihatan.
“ngapain Gisya?” tanyaku kepadanya sambil menahan tawa
“ngumpet bunda, tolong ditutupin biar Gisya enggak kelihatan” katanya sambil berusaha menyembunyikan kepalanya.
Weeekkkkkk…..
Sebagian kaki dan badannya keluar dari kardus tersebut karena kardusnya robek tak kuat menahan badan dan gerakan-gerakan Gisya. Dengan polosnya Gisya tertawa kepada saya dan Aura…kontan kami berdua pun tertawa melihat tingkah Gisya saat itu.
(masih ditengah-tengah pelajaran agama)
Kali ini Gisya sudah bersedia duduk tenang dikursinya mendengarkan Yanda. Yanda pun memperlihatkan beberapa gambar hewan kepada anak-anak.
“ini gambar apa Abi?” tanya yanda pada anak-anak
“ayam yanda!!!!” teriak anak-anak
“nah,kalau ini gambar apa ya?” tanya yanda lagi kepada anak-anak
“ular yanda…” jawab anak-anak
“yandaaa…yandaaaa…” panggil Gisya, dan yanda pun menoleh kearah Gisya “cacing yanda” kata Gisya setelah yanda menoleh sambil menunjuk ke gambar ular yang dibawa yanda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar