the chef

Foto saya
yogyakarta, Indonesia
ehmmm....uhmmmm....erggghhh.....(rethinking)...

Senin, 27 Juni 2011

my way


saya sering bertanya pada diri saya sendiri, apa yang saya cari, apa yang saya inginkan, sudahkah saya memahami semua hal, sudahkah saya menjadi semakin baik, dan sudahkan saya tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik?

lama kadang saya berfikir, menyendiri dan merenungkan apa yang telah saya alami. mulai dari kesedihan, kesepian, luka, penghinaan hingga kebahagiaan, kasih sayang dan perhatian telah banyak saya alami. dan dari berbagai peristiwa tersebut, mungkinkah akan menambah jiwa saya menjadi lebih kuat? menjadi pribadi yang lebih baik? iya, kata itulah yang selalu saya tanamankan dalam diri saya. tak peduli berapa banyak luka dan hinaan yang saya lalui, tak peduli berapa banyak rasa perih yang telah saya rasakan dan tak peduli berapa banyak kegembiraan yang telah saya dapatkan. saya hanya ingin membuat diri saya semakin matang dan dewasa.

mungkin benar, ada kalanya ketika saya merasa pesimis dengan keadaan, saya merasa menemukan jalan buntu. saya merasa i have nothing and i can't doing nothing, alias hopeless. kemudian saya akan berlari, menyendiri dan memikirkan semua yang telah terjadi. mungkin tuhan memang sayang pada saya, sehingga Dia memberikan begitu banyak hal berharga yang dapat saya maknai. mungkin tuhan bermaksud untuk melatih saya agar menjadi lebih kuat dari saya yang sebelumnya.

seperti kali ini, saya merasa dibayangi seseorang, yang sejujurnya ada perasaan perih yang saya rasakan terhadap orang ini. saya sering berfikir, akan selama apa dia membayangiku? apakah memang sebenarnya saya yang bersalah atas kejadian-kejadian itu? apakah dia mendapatkan kenyamanan dengan mengusik segala sisi kenyamananku? entahlah, saya bahkan tak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, dan ketika saya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, saya merasa hanyalah pembelaan diri saja yang keluar dari pikiran saya. tidak, saya sungguh tidak menginginkan pembelaan diri. mungkin benar, itulah defense mechanism saya saat itu. itulah yang sesungguhnya saya takutkan, defense mechanism saya sendiri.

saya kembali merenungi semuanya. benar jika terkadang saya merasa tidak nyaman dengan dia yang membayangi saya, namun mungkin ini cara dia untuk menyamankan dirinya, baiklah saya bisa memahami dan menerimanya. saya tak bisa menyalahkan keputusan seseorang, juga tak dapat melarang pilihan seseorang. jika itu adalah jalan untuk memiliki sebuah kenyaman, silakan lakukan. dunia ini memberi kebebasan bagi siapapun untuk mencari kenyamanan bagi dirinya sendiri. right?

lantas kemudian saya bertanya kepada diri saya sendiri, bagaimana dengan saya? apakah saya merasa nyaman? jujur harus saya akui, ada kalanya saya menjadi tidak nyaman dan kembali merasa nyeri di ulu hati saya, tapi sekali lagi saya kembali memberi pengertian kepada diri saya sendiri, bahwa dengan begini, saya akan tumbuh menjadi semakin dewasa. dengan semua ini saya dapat belajar banyak. bahwa tidak semua sisi kehidupan saya merupakan sebuah kenyamanan. bahwa saya tidak perlu merasa terganggu ataupun tidak nyaman, karena dengan ini saya benar-benar dilatih untuk semakin kuat dan semakin menjadi diri saya sendiri. dan suatu saat, ketika semua sudah sampai pada waktunya, saya yakin saya dapat bersikap tegas dengan keadaan. dan ketika saat itu tiba, saya pasti telah menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa.

from now, saya akan menjalani setiap jalan hidup saya dengan tegar dan mantap lagi, karena saya tahu, tak pernah ada kehidupan yang mulus didunia ini. dunia, beri saya kesempatan untuk belajar lebih banyak dan berkembang lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar