the chef

Foto saya
yogyakarta, Indonesia
ehmmm....uhmmmm....erggghhh.....(rethinking)...

Kamis, 23 Desember 2010

nasionalisme

katanya rasa nasionalisme harus dimanifestasikan dalam sebuah sikap nyata. kalau jaman sd sampai sma, rasa nasionalisme dimanifestasikan dengan mengikuti upacara tiap hari senin atau setiap hari besar nasional. konon katanya dengan mengikuti upacara bendera ini, rasa nasionalisme para siswa sekolah akan tumbuh dan terbangun. tapi kok (sejujurnya) saya enggak pernah merasa seperti itu ya? setiap kali saya mengikuti upacara, yang saya rasakan hanya panas dan panas. juga bosan menunggu para guru atau kepala sekolah selesai berpidato. semakin lama pidatonya semakin panas menyengat kepala saya. kadang juga saya merasa enggan mengikuti upacara. habis panas dan panas.

dan akhir-akhir ini banyak orang menunjukkan rasa nasionalisme nya dengan mendukung tim nasional Indonesia yang berlaga di piala AFF. namun lagi-lagi saya merasa bahwa itu juga bukan cara saya menunjukkan rasa nasionalisme saya. jujur saja, saya ini orang yang selamanya tidak akan pernah bisa menikmati permainan sepak bola. saya sering memaksakan diri saya untuk mencoba melihat dan mencari kenikmatan permainan si bola sepak ini. namun hasilnya pasti saya ketiduran di pertengahan pertandingan.

bagi saya, rasa nasionalisme tidak harus melulu ditunjukkan dengan cara mengikuti upacara bendera dan mendukung tim nas. yang penting bagi saya adalah saya berperilaku sesuai dengan kepribadian bangsa ini. saya tunjukkan dengan menggunakan produk-produk dalam negeri, juga tidak merasa malu dengan menggunakan pakaian khas negeri ini. pokoknya, saya ingin menunjukkan rasa nasionalisme saya dengan cara saya sendiri dan saya juga menikmatinya.

1 komentar:

  1. betul.... rasa nasionalisme seseoarng bisa di tunjukkan dengan cara masing2..
    dan rasa nasionalisme jgn timbul saat bangsa sedang jaya aja(dalm dunia sepak bola) saya liat orang2 nasionalismenya mendadak
    mendadak nasionalis
    mendadak suka bola
    mendadak dangdut dah...
    menang di puji kalah di maki...
    salam damai

    BalasHapus