the chef

Foto saya
yogyakarta, Indonesia
ehmmm....uhmmmm....erggghhh.....(rethinking)...

Selasa, 21 Desember 2010

ini adalah kisah perjalanan saya mencari hidup. perjalanan panjang dan jauh. berbagai tempat saya datangi. berbagai orang telah saya temui. banyak hal yang telah saya lalui. ini adalah pengalaman saya, maka nikmatilah tulisan ini, dan belajarlah dari apa yang ada di blog ini.

tahun 2008 saya menuntaskan tugas dan kwajiban dasar saya sebagai seorang anak terhadap orang tuanya. saya menyelesaikan studi saya. tepat bulan Oktober 2010 saya menyandang gelar Sarjana Psikologi. walaupun saya ini lulusan salah satu Universitas Swasta di kawasan Jogja bagian barat, saya tidak pernah berkecil hati karena saya memiliki kompetensi dan keahlian yang tidak kalah dengan lulusan dari Universitas Negeri di Jogja ini. IPK saya pun bisa dikatakan tinggi. jadi ada banyak hal yang bisa saya banggakan sebagai seorang yang menyandang gelar Sarjana. saya tidaklah bodoh dan tidaklah Sarjana yang buta akan keterampilan lainnya.

pasalnya, selama kuliah saya pernah mengikuti berbagai macam kegiatan UKM, pencapaian tertinggi saya ketika itu adalah menjadi Pimpinan Umum Persma di kampus saya. memang benar saya ini adalah orang yang displin dan keras. mungkin karena inilah saya bisa meraih segala pencapaian saya di kampus. bekal pengalaman dari menjadi asisten dosen dan asisten konselor pun ada di genggaman saya. karenanya saya tidak pernah minder menjadi lulusan sebuah Universitas Swasta.

awal tahun 2009, saya memutuskan untuk hijrah ke ibu kota. kota metropolitan tujuan hampir sebagian besar para lulusan perguruan tinggi di Indonesia. kota dimana 75 % peredaran uang terjadi. kota tempat mengadu nasib seluruh elemen masyarakat. maka saya pun memutuskan untuk mengadu nasib disana. berbekal ijazah dan pengalaman yang saya punya akhirnya saya berangkat menuju ibukota. pertama kali menginjakan kaki di ibukota saya sempat tercengang heran. betapa tingginya bangunan dan gedung-gedung disana, begitu bnayak mobil dan sepeda motor serta banyak sekali orang berlalu lalang. sekali saya melihat keadaan disana seketika itu saya tahu bahwa saya harus keras pada diri saya sendiri jika ingin bertahan di ibukota. saya juga harus waspada dan tak mudah mempercayai orang lain jika saya ingin selamat hidup di pusat negara ini. maka mulai detik itu juga, saya menjadi semakin keras dan waspada terhadap segala hal.

hari demi hari saya lalui di ibukota dengan sibuk mencari dan terus mencari kerja. di terima di perusahaan satu, namun tidajk cocok, keluar, kemudian mencari pekerjaan yang lain. begitu seterusnya kehidupan saya disana. sampai tahun 2010, saya belum juga menemukan pekerjaan yang pas. pekerjaan yang sesuai dengan jiwa dan pribadi saya. selama saya berada di ibukota, diri saya menjadi semakin tertempa. jiwa saya semakin kuat menghadapi segala mancam hambatan. saya menjadi tidak mudah marah, saya menjadi tidak mudah tersulut emosi dan saya menjadi lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan sikap hidup. saya juga lebih menghargai diri saya, menghargai keberadaan keluarga saya dan teman-teman saya. singkat kata, ibukota telah mengubah segala hal yang ada dalam diri saya, dari pikiran hingga batin saya.

tahun 2010 saya memutuskan untuk kembali ke kota tercinta, jogjakarta. saya kembali memulai dari awal. kembali mencari pekerjaan. waktu saya habiskan dengan browsing dan baca lowongan pekerjaan. saya bolak-balik ke kantor pos, sampai-sampai petugas pos di desa saya mengenal saya dengan baik. begitulah kegiatan saya setiap hari.

kemudian bulan November, ayah saya memutuskan membuka usaha sendiri. fotocopy dan alat tulis. saya pikir, daripada saya tidak melakukan apa-apa dirumah dan kebosanan membunuh saya, saya pun ikut andil di toko itu. sebelum membuka toko, saya berhari-hari harus belajar mengoperasikan mesin fotocopy dan komputer pembayaran listri. sampai bulan desember, saya masih terus mengurusi toko itu hingga saya mendapat kabar bahwa saya diterima kerja sebagai educator playgroup dikawasan jogja utara. dan disaat bersamaan, saya pun mendapat kabar bahwa adik saya juga berhasil lolos tes melanjutkan studinya di STAN.

beberapa tahun ini saya memang mengalami berbagai macam kesulitan dan kesengsaraan. rasa sakit dan tangisan seringkali saya alami. dan memang benar adanya pepatah mengatakan bahwa berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. begitulah yang saya alami. tuhan telah memberikan begitu banyak pelajaran yang menempa jiwa, pikiran dan hati saya menjadi manusia yang baru. manusia yang siap menghadapi segalam macam kehidupan. dan tuhan juga telah memberikan banyak nikmat untuk saya. di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, senua butuh kerja keras, dan kesuksesan selalu diraih dengan kerja keras dan sedikit air mata. begitulah seharusnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar