the chef

Foto saya
yogyakarta, Indonesia
ehmmm....uhmmmm....erggghhh.....(rethinking)...

Kamis, 26 Agustus 2010

lebaran dan tukang becaknya




Tradisi setiap lebaran yang dinantikan biasanya makan-makan, kumpul-kumpul dan bagi-bagi angpao. Hal itu sebenarnya sudah terlalu lazim untuk semua orang. Hal yang tak lazim dan selalu dinantikan di keluarga kami adalah bangun pagi buta kemudian jalan-jalan ke pasar tradisional, pasar gedhe klaten. Kondisi pasar yang kumuh dan tak jarang bau tak pernah mengurungkan niat kami untuk berpetualang didalamnya. Coba bayangkan bagaimana asyiknya jajan wedang jahe yang segelasnya cuman seribu perak, berburu gorengan dipojokan terminal atau sekedar ngantri beli gudangan bubuk pasar. Saya bahkan sampai saat ini menjadi begitu menikmati berbelanja di pasar tradisional karena selalu mengingatkan say a pada kenangan itu.
Yang namanya pasar pasti juga tak pernah lepas dari tukang angkot dan tukang becak. Awalnya memang tidak pernah ada kenangan lucu dengan yang namanya becak. Tapi gara-gara sepupu cantik saya, yang sekalinya ikutan berburu makanan di pasar berhasil menggaet salah satu tukang becak yang mangkal di samping perempatan pasar. Saya masih sangat ingat ketika itu dia memakai kaos merah dan celana merahnya. Saat dia digoda tukang becak tersebut kontan kami rame-rame teriak kegirangan. Dan kejadian itu menjadi bahan yang paling hot dibicarakan diantara kami. Kadang sepupu saya ini malu-malu ketika digoda tapi tak jarang juga sedikit jengkel dengan kami. Biasanya kalau sudah jengkel dia akan pergi ke kamar sambil membawa hape nya dan berchating ria. Puncaknya adalah ketika kami ramai-ramai membeli kaos dagadu di jogja. Karena kejadian tukang becak dipasar kami paksa dia membeli kaos dagadu berwarna merah dengan gambar becak. Diantara para pembeli kaos itu rombongan kamilah yang paling ribut. Meributkan tukang becak.
Kejadiaan itu benar-benar sudah bertahun-tahun yang lalu. Entah masih ingat tau tidak para sepupu-sepupuku itu. Dan entah masih atau tidak si kaos itu. Serta setiap kali kembali berburu makanan di pasar gedhe klaten saya selalu tersenyum geli teringat kejadian itu. Setiap tahunnya, ketika semua berkumpul selalu memberikan kenangan yang menyenangkan. Hal inilah yang selalu membuatku selalu ingin pulang dan berkumpul bersama, menghabiskan liburan bersama-sama. Saya menjadi tak sabar, hal konyol apa lagi yang akan kami dapatkan tahun ini. Mungkinkah sepupu saya itu bertemu lagi dengan sang tukang becak?? Wow..kita lihat saja esok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar